GNPF Lirik Gatot Presiden

Kapitra: Sudah Waktunya Gatot Jadi Tokoh Utama, Bukan Wakil Jokowi

Kamis, 07 Desember 2017 | 08:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SANG JENDERAL - Gatot Nurmantyo dikenal dekat dengan ulama

INDOPOS.CO.ID – Lepas jabatan sebagai Panglima TNI, bintang Jenderal Gatot Nurmantyo tak langsung padam. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama bahkan melirik jenderal yang dikenal dekat dengan ulama itu, untuk didorong menjadi Presiden, penantang Joko Widodo.  Walau demikian, GNPF Ulama mengaku, hal ini belum menjadi sikap resmi wadah gerakan umat Islam pimpinan KH Bachtiar Nasir tersebut.

“Memang belum ada diskusi untuk itu (mendorong Gatot maju di Pilpres 2019). Tapi sebagai kuda hitam, Gatot berpeluang menjadi presiden,” kata Dr Muhammad Kapitra Ampera SH, MH, tim advokasi GNPF Ulama, kepada INDOPOS, tadi malam.

Menurut Kapitra, lirikan itu jatuh pada Gatot Nurmantyo, atas pertimbangan kedekatan serta pembelaan Gatot kepada umat Islam selama ini. Dengan sikapnya tersebut, Gatot pun mendapat tempat tersendiri di hati ulama-ulama dan umat muslim.

“Tidak berlebihan rasanya, jika GNPF Ulama menyebut nama Gatot sebagai calon presiden potensial, mengingat kedekatan dan keberpihakan beliau kepada ulama dan Islam,” ujar Kapitra.

Ia menambahkan, GNPF saat ini sedang menimbang-nimbang Gatot Nurmantyo untuk didukung menjadi capres di 2019. "Iya mendukung, dia juga salah satu yang kita (GNPF Ulama) lirik. Pembicaran di GNPF soal Gatot memang belum serius. Tapi namanya masuk dalam bidikan kita. Akan ada waktunya untuk serius membahas soal Gatot didukung untuk maju di pilpres melawan Jokowi,” jelas Kapitra.

Kapitra berkali-kali menegaskan bahwa alasan GNPF Ulama mendukung Gatot Nurmantyo, lantaran sosoknya selama ini dekat dengan ulama, kiai, dan umat muslim. "Jadi GNPF Ulama mungkin akan merekomendasikan dia (Gatot Nurmantyo) sebagai calon alternatif capres di 2019. Kuda hitam, gitulah,” tegas Kapitra.

Namun Kapitra mengaku, pihaknya tidak menginginkan Gatot menjadi pasangan atau cawapres Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Alasannya karena Gatot harus menjadi figur baru untuk menjadi pesaing Jokowi. "Sudah waktunya Gatot jadi tokoh utama, dan saya kira GNPF-MUI ingin Gatot sebagai presiden bukan wakil presiden," pungkasnya. (esa)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%