Djarot Bakal Jadi Menteri?

Khofifah: Saya Siap Bersaing di Pilgub Jatim

Kamis, 05 Oktober 2017 | 08:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dikabarkan bakal menjadi menteri, usai menyerahkan pucuk kekuasaannya kepada Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan pada Senin 16 Oktober 2017 nanti.  Mantan Bupati Blitar itu diplot sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Reshuffle kabinet yang sempat tertunda lama pun akan segera diumumkan.

Dari istana Presiden dilaporkan, selama tertundanya pengumuman reshuffle kabinet yang seyogyanya dilakukan Agustus 2017 lalu, banyak terjadi perubahan signifikan. Misalnya saja, Menteri Agama (Menag) yang semula akan diganti oleh kader Partai Golkar, akhirnya hanya akan menjadi staf khusus Menteri Agama. Ini karena si calon Menag terganjal oleh Wakil Presiden (Wapres) yang tidak memberi persetujuan.

“Kalau hanya staf khusus Menag, Wapres setuju,” kata sumber INDOPOS di Istana Negara.

Perubahan signifikan lainnya, yakni pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun belum diketahui pasti siapa pengganti Muhadjir Effendy tersebut. Sedangkan perubahan lainnya, yakni masuknya nama Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ke deretan nama calon menteri yang akan di-resufle pasca pelantikan gubernur DKI Jakarta yang baru, pasangan Anis-Sandi.

“Kemarin malah rencananya mau diumumkan reshuffle, pas malam tahun baru Islam. Tapi entah kenapa berubah lagi,” ujar sumber INDOPOS.

Sementara sejumlah nama calon menteri yang pernah diberitakan INDOPOS, tidak mengalami perubahan, antara lain Najwa Shihab yang akan menjadi Menteri Sosial (Mensos), menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang akan bertarung di Pilgub Jawa Timur. Khofifah dikabarkan sudah menyatakan mundur kepada Presiden Joko Widodo.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang ditanyai soal masuknya nama ia di deretan calon Menteri yang akan segera di-reshufle, hanya mengatakan bahwa dirinya akan kembali ke parpol, setelah tak lagi menjabat gubernur.

"Saya kan pengurus partai, setelah tidak menjabat gubernur ya akan kembali ke partai," ujar Djarot diplomatis, Rabu (4/10).

Djarot mengatakan, saat ini dirinya masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bidang organisasi. Ketika tidak menjabat nanti, ia akan tetap ikut mengawasi perkembangan pembangunan ibukota. Salah satunya melalui Fraksi PDI Perjuangan sebagai kepanjangan tangan dari PDI Perjuangan di DKI Jakarta.

"Sebagai bentuk tanggungjawab saya, meski tidak lagi menjabat gubernur, saya akan tetap memantau Jakarta," katanya.

Direktur Eksekutif Indonesia For Transparency And Akuntability (INFRA) Agus A. Chaerudin menilai, peluang Djarot Saiful Hidayat diangkat sebagai menteri di kabinet kerja oleh Presiden Joko Wododo cukup terbuka. Hal itu jika melihat kedekatan antara Djarot dengan Jokowi yang sama-sama dari PDI Perjuangan. Pada sisi lain, kedekatan Djarot dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, juga membuka harapan jika Djarot dapat menempati salah satu pos di kementerian.

"Kemungkinan Pak Djarot diangkat menjadi menteri cukup terbuka," kata Agus.

Lebih jauh Agus menerangkan, nama Djarot di internal PDI Perjuangan cukup baik. Prestasi sebagai Bupati Blitar dan Wagub hingga akhirnya menjadi Gubernur Jakarta juga juga terbilang bagus. "Jadi segala kemungkinan masih bisa terjadi," ucapnya.

Selain dikabarkan bakal menjadi Menteri, Djarot juga disebut-sebut  akan diusung sebagai Calon Gubernur Jawa Timur oleh PDI Perjuangan. “Peluangnya lebih besar akan menjadi Menteri. Untuk jadi Gubernur, perlu perjuangan. Jadi menteri, cukup Presiden yang menentukan,” kata sumber INDOPOS di Istana.

Sementara Istana Presiden melalui Juru bicaranya Johan Budi menegaskan, sejauh ini belum ada informasi dari Presiden terkait rencana reshuffle terhadap para menteri di Kabinet Kerja.

“Belum ada informasi soal reshuffle,” ujar Johan Budi kepada INDOPOS, Rabu(4/10).

Disinggung soal pengunduran diri Menteri Sosial(Mensos) dari Kabinet Kerja untuk maju pada Pemilukada Jawa Timur, Johan juga belum bisa memastikan. Ia akan mengecek terlebih dahulu.

“Nanti saya cek dulu, apakah sudah masuk atau belum (pengunduran diri Khofifah, red),” katanya.

Begitu juga ketika ditanya beberapa nama menteri yang bakal direshuffle, Johan enggan berkomentar banyak.

“ Belum ada, belum ada. Soal pengunduran diri Khofifah akan saya cek. Sudah atau belum ya?,” ujar Johan mengakhiri keterangannya.

Ketika koran ini mengkonfirmasi Kepala Staff Kepresidenan Teten Masduki, dia enggan berkomentar. Melalui pesan singkat Teten hanya menyarankan untuk menghubungi Menteri Sekretaris Negara(Mensesneg).

“ Silahkan hubungi Mensesneg,” ujar Teten Masduki dalam pesan Whatsapp kepada INDOPOS.

Sebelumnya, saat ditemui INDOPOS di Taman Makam Pahlawan(TMP) Kalibata Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, telah melakukan komunikasi sebelumnya dengan Partai Demokrat. Menurut dia, pendaftaran dirinya melalui partai Demokrat pada pemilukada Jawa Timur 2018 nanti tidak datang tiba-tiba.

“Saya sudah melakukan komunikasi sebelumnya dengan pimpinan-pimpinan partai politik (Parpol), salah satunya Partai Demokrat,” ujarnya.

Khofifah mengungkapkan, pencalonannya menjadi bakal calon(Balon) Gubernur memasuki tahap kedua pada pekan lalu. Menurutnya, pendaftaran tersebut dilakukan pada hari terakhir.  

“Saya sudah siap  bersaing di bursa Cagub di Pilkada Jawa Timur, sekalipun calonnya hanya 2, saya dan Syaifullah Yusuf(yang akrab disapa Gus Ipul,Red),” tegasnya.

Kabar terakhir menyebutkan, Golkar sudah memutuskan untuk mengusung Khofifah di Pilgub Jatim. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya sudah memutuskan untuk menjagokan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur nanti, guna bersaing dengan Saifullah Yusuf.

“Setelah dilakukan kajian dan pertimbangan, Golkar memutuskan dukungan ke Khofifah," ujar Ace di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10).

Sementara, Partai Demokrat dan Partai Nasdem juga dari info yang ia ketahui sudah tertarik menyatakan dukungan, dan berkoalisi dengan Partai Golkar untuk mengusung Khofifah Indar Parawansa di hajatan Jawa Timur nanti. (wok/nas/cr2)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%